Sebagai lembaga pendidikan yang menerapkan metode pembelajaran kreatif, Pesantren Alam Pangrango juga memanfaatkan salah satu metode yaitu bentuk quiz dan games yang diintegrasikan dengan Ujian Nasional.
Tahun ini, insya Allah kelas IX akan menjadi angkatan pertama yang lulus dari Pesantren Alam Pangrango. Dan tentu saja menghadapi Ujian Nasional adalah salah satu rintangan yang terbesar untuk dihadapi; tryout dan latihan soal yang tiada henti seolah sudah menjadi santapan sehari-hari. Bisa dibilang, rutinitas yang terus berulang menimbulkan kejenuhan bagi para santri ini. Untuk itulah, Game of Crowns tampil sebagai solusi.
Game of Crowns mengusung konsep quiz dan game yang berlatar belakang cerita buatan masing-masing anak. Dalam brief yang disampaikan, anak-anak diajak memahami bahwa salah satu alasan terciptanya imperium bersejarah di dunia lantaran adanya penguasaan ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu sendiri adalah suatu perintah dalam agama Islam.
Para santri kemudian diminta mengerjakan placement test untuk mengetahui kemampuan masing-masing. Santri dengan tiga skor tertinggi mendapatkan kesempatan untuk menjadi team leader dan boleh memilih anggota “kerajaan” mereka. Begitulah terbentuk tiga “kerajaan” dalam Game of Crowns ini – Sparta yang terdiri dari Ariywibowo R., Aji Ramadhan, dan Dzaki Abdurrahman; Andalusia yang terdiri dari Siti Sakinah dan Listiyani; serta Kingdom of Kuproy yang terdiri dari M. Ghalizh dan Sabilihaq.
Tujuan utama dari Game of Crowns sederhana: memenangkan crowns sebanyak-banyaknya. Ada enam ronde dalam Game of Crowns ini sendiri. Ronde ini merupakan metafora dari “peperangan perebutan wilayah” itu sendiri, yakni English Battleship (B. Inggris), The Land of Science (IPA), Infinity War (Matematika), Battle of the Nations (PKn), Kampung Bahasa (B. Indonesia), dan Social Justice Valley (IPS).
Tiap stage memiliki tiga babak dan tiap anggota kerajaan memiliki kesempatan untuk memenangkan crown dalam babak ini. Syaratnya mereka harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan benar.
Tidak berhenti sampai di situ, keseruan yang ditunggu dari Game of Crowns juga dikarenakan para santri harus mengenakan “kostum” yang melambangkan kerajaan mereka. Konsep roleplay ini disenangi anak-anak dan menjadi tontonan yang menarik bagi adik kelas mereka. Quiz ini dilengkapi dengan backsound yang menegangkan, bel listrik, pertanyaan rebutan, dan skor minus untuk jawaban yang keliru.
Seru sekali, bukan?
Alhamdulillah, di penghujung semester ini keluarlah Kingdom of Kuproy sebagai juaranya. Mereka bertarung dengan perbedaan skor yang tipis, dengan Kingdom of Kuproy meraih 15 crowns, Andalusia 14 crowns, dan Sparta meraih 13 crowns.
Mereka berhak mendapatkan hadiah yang menarik dan penghargaan pada pembagian raport nanti, sertifikat, medali serta feature khusus. Selamat kepada para juara, dan semoga kelas IX termotivasi untuk selalu belajar dan latihan menjelang ujian tahun depan!

